SILSILAH AKSARA DI NUSANTARA

Paleografi merupakan ilmu tentang tulisan-tulisan kuno. Dengan cara membandingkan aksara-aksara yang terdapat dalam naskah-naskah lama, kita dapat menyusun semacam silsilah aksara.  Sebagian besar sistem tulisan yang ada di Afrika, Eropa, dan Asia berasal dari satu sumber, yakni aksara Semit Kuno yang menjadi nenek moyang tulisan-tulisan Asia (Arab, Ibrani, dan India) maupun Eropa (Latin, Yunani, dsb).

Uli Kozok (Guru Besar Bahasa dan Sastra Indonesia di University of Hawaii) dalam bukunya yang berjudul “Surat Batak; Sejarah Perkembangan Tulisan Batak Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII” menjelaskan bahwa Aksara Batak termasuk dalam rumpun tulisan India (Palawa). Tulisan Palawa merupakan tulisan yang banyak dipakai dalam menuliskan berbagai prasasti pada masa kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia seperti tugu Yupa di Kutai Kalimantan Timur sebagai bukti telah berakhirnya era pra-aksara di Indonesia.

sampul_surat_batak

Berbagai aksara yang ada di Nusantara berinduk pada aksara India (Palawa). Secara garis besar tulisan Nusantara asli dapat dibagi menjadi lima kelompok:

  1. Akasara Hanacaraka (Jawa, Sunda, Bali)
  2. Surat Ulu (Kerinci, Rejang, Lampung, Lembak, Pasemah, dan Serawai)
  3. Surat Batak (Angkola-Mandailing, Toba, Simalungun, Pakpak-Dairi, Karo)
  4. Aksara Sulawesi (Bugis, Makassar, dan Bima)
  5. Aksara Filipina (Bisaya, Tagalog, Tagbanwa, Mangyan)

 silsilah_sistem_tulisan

Oleh. Herman Siregar

Guru Sejarah SMA Negeri 1 Tanjungbalai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s