Inspiring People of MITI

Inspiring People of MITI

Milad ke-8
Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia

Sebagai organisasi yang berdedikasi dalam membangun Indonesia baru yang tangguh dan mandiri melalui Iptek, MITI selalu mendukung munculnya ilmuwan dan teknolog yang memiliki semangat berkarya dan berkontribusi melalui bidang ilmunya.
Inilah profil 3 ilmuwan kebanggaan Indonesia

Kharuddin Djenod

Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang, lahir di Surabaya pada 14 Maret 1971.
Saat ditanya guru SD tentang cita-citanya, ia menjawab, “ingin membuat kapal”.
Sempat masuk ke UNHAS, lalu ITB, ternyata tempat kuliah terbaik untuknya bukanlah di dua tempat tersebut, melainkan di … jurusan perkapalan Nagasaki University Jepang, dengan beasiswa dari BPPT.
Impianya semakin dekat dengan kenyataan. Namun, setelah lulus S1 Kaharuddin merasa belum bisa membuat kapal.
Usai S2, ia belum juga bisa membuat kapal. Keputusannya membuat Kaharuddin melanjutkan studi di Hiroshima University.
Akhirnya Kaharuddin melanjutkan kuliah di Hiroshima University jurusan perkapalan, masih dengan beasiswa.
Namun lagi-lagi pukulan berat menghantamnya. Tahun 1997 sang ayah yang begitu ia cintai, meninggal dunia.
Kaharuddin merasa hidupnya berada di titik nadir yang paling bawah. Ia sempat kehilangan semangat untuk kuliah. Namu, lagi-lagi, perempuan berhati baja, sang ibu memompa semangatnya lagi.
Titi terang mulai muncul. Tahun kedua S3 ia mendapat beasiswa. Kaharuddin pun mati-matian untuk bisa membuat kapal. Dan berhasil …
Ia berhasil membuat sistem optimasi desain kapal untuk kapal container. Desain ini lalu ia patenkan dan Jepang tertarik untuk mengadopsi sistem ini.
Kaharuddin pun direkrut untuk bekerja di sebuah perusahaan galangan kapal ternama di Jepang dengan gaji cukup besar.
Namun lagi-lagi hati kecilnya berkata, ia harus kembali ke Indonesia. Bermodal tabungan dari gajinya, ia lalu mendirikan perusahaan desain kapal yang kini berkembang cukup pesat, PT Terafulk Megantara Design.
Saat ini TERAFULK telah memiliki lima anak perusahaan yaitu Terafulk Megantara Design, Terafulk Global Biz, Tera Media, Terafulk Engineering, Terafulk Hydrocraft Indonesia, dan Tunas Terafulk Lines.
Terafulk:
– Mendesain 350 kapal
– Rata-rata 70 proyek pertahun
– Order desain kapal 25-30 unit per tahun
Terafulk Megantara Design yang didirikan Kaharuddin Djenod ini merupakan tonggak sejarah bagi industri perkapalan di Indonesia.
Keberhasilan Kahar yang begitu luar biasa semua tak terlepas dari semangat dan keikhlasannya dalam menjalani hidup. Selain itu dorongan semangat dari sang Ibu, ibarat mortir yang siap meledakkan mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.
“Seseorang perlu punya ambisi besar untuk sesuatu yang dianggap bermanfaat. Bermohonlah pada Allah dan janganlah berputus asa”. (Kaharuddin Djenod)

Eko Fajar Nurprasetyo

lahir di Jakarta, 26 September 1971. Menempuh SD, SMP, SMA di Depok Jawa Barat. Sejak kecil Eko memiliki rasa ingin tahu yang kuat pada dunia sains dan teknologi, khususnya di bidang permesinan dan elektronika.
Tahun 1990 kuliah S1 di Teknik Informatika ITB. Tahun 1991 mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Jepang. S2 dan S3 ditempuhnya di universitas yang sama di Jepang.
Setelah menyelesaikan pendidikan S3-nya, Eko direkrut sebagai peneliti di perusahaan Sony LSI, Jepang. Karirnya di Sony LSI menanjak cepat. Pada tahun 2003 Eko dipromosikan menjadi senior scientist. Setahun kemudian menjadi distinguished engineer.
Pada tahun 2006 eko sekeluarga mengambil keputusan besar, yaitu kembali ke Indonesia. Keputusan tersebut ketika karier Eko sedang melesat.
Pihak Sony LSI pun berusaha menahan Eko untuk tidak pergi, namun tekad beliau sudah bulat, yaitu kembali ke Indonesia untuk berkontribusi memajukan teknologi bangsa sendiri.
Sesampainya di tanah air, Eko mendirikan Versatile Silicon Technologies sebagai IC Design House pertama di Indonesia dan menjabat sebagai CEO.
Pada tahun 2008, Eko bergabung dengan PT Xirka, perusahaan satu-satunya di Asia Tenggara yang mendesain chip untuk WBA/Wimax. Pilihan desain chip sudah berhasil diciptakan.
Eko berencana membuat pabrikasi chip di Depok, dengan harapan kelak Indonesia dapat menjadi produsen chipset yang dapat bersaing dengan Negara maju lainnya.
Atas kerja keras dan prestasinya berinovasi dalam teknologi untuk memajukan Indonesia, Eko Fajar Prasetyo mendapatkan penghargaan BJHTA (B J Habibie Technology Award) pada tahun 2010.

Warsito Purwo Taruno

Ia lahir di Solo pada 16 Mei 1967. Sebagai anak desa di lereng Gunung Lawu, ia menjalani hidup ala kadarnya. Ia habiskan masa kecil bergumul dengan sawah dan ternak.
Kemampuan intelektualitas ditempa karena dia gemar membaca buku. “Saya meminjam buku apa saja yang bisa saya pinjam dan baca. Saya membacanya dimana saja, bisa di sawah, lading, sungai.”
Gagal kuliah di UGM karena kendala biaya, Warsito mendaftar beasiswa. Ia mendapat beasiswa di Universitas Shizuoka, Jepang, 1987. Beasiswa tersebut mengantarnya meraih gelar tertinggi akademi (S3) pada 1997.
Pada tahun 1999, dia hijrah ke Amerika Serikat. Berbekal riset tentang tomografi, dia menjadi satu dari 15 peneliti papan atas dunia di Industrial Research Consortium, Ohio State University.
Kecintaanya pada Indonesia membuatnya pulang ke tanah air. Membesarkan CTECH Lab yang dibangunnya di ruko kecil di Tangerang. Cita-citanya “membangun institusi riset yang tidak kalah dengan institusi riset mana pun di dunia, dan itu di Indonesia”.
Sosok pantang menyerah ini pernah nyaris gila saat komputer kerjanya hangus terbakar disambar petir. Di komputer itu hasil riset belasan tahun hilang tak berjejak.
Hampir sepekan dia berdiam diri di kamar. Mimpinya seperti kandas. Musibah itu memaksanya kembali membongkar arsip, dan catatan riset. Satu tim ahli dibentuknya membantu kerja besar itu.
Pada 2004, riset itu selesai. Teknologi pemindai 4D pertama di dunia itu akhirnya dipatenkan di Amerika Serikat, dan lembaga paten internasional PTO/WO pada 2006.
NASA adalah lembaga luar yang pertama kali mengakui teknologi ini, dan kemudian memakainya meskipun masih tahap riset. NASA memakai teknologi temuannya itu, untuk mengembangkan sistem pemindai tumpukan embun di dinding luar pesawat ulang-alik.
Teknologi Warsito itu diperkirakan bakal membawa perubahan drastis dalam perkembangan riset dan teknologi. Jangkauannya luas mulai dari bidang energi, proses kimia, kedokteran hingga nano-teknologi.
Berikutnya Warsito dan timnya mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara. Alat tersebut berupa teknologi pemindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ECVT).
Perangkat itu terdiri atas brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy dan breast cancer electro capacitive therapy.
Penemuan ini berawal dari keinginannya menyembuhkan sang Kakak, Suwarni, yang menderita kanker.
Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium bahwa kakaknya negative kanker. Sebulan kemudian sang kakak, dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Semua yang dicapai Warsito adalah hasil kerja keras. Hasil menekuni riset Tomografi sejak 1992, saat mengerjakan tugas S1. “Proses pengembangannya panjang, diikuti improvisasi terus menerus hingga saat ini”.
Sebuah pesan dari Warsito untuk generasi Iptek Indonesia: A man is contribution, what will yours be?
Sejarah diciptakan dengan kontribusi manusia. Maka selayaknya kita bertekad dan berusaha untuk berada dalam barisan manusia pencatat sejarah itu.

Oleh. Teh Heningger Septrianti (Fasilkom UI’05)
Tonton videonya dengan mengklik:

Diposting oleh Herman Siregar, Guru Sejarah SMA Negeri 1 Tanjungbalai dengan sebuah harapan akan membantu siswa/i SMA kelas XII IPA dalam memperlajari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum sejarah kelas XII IPA semester genap. Semoga menginspirasi.

10 Comments

  1. Subhanallah… luar biasa. Senang bisa bertemu langsung dg mereka. Sepertinya apa yg mereka katakan selalu membuat saya terinspirasi utk terus berkarya. Smg mahasiswa Indonesia dpt mengikuti jejak2 3 org yg luar biasa ini, shg keberadaan mahasiswa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    #Senang jg bs bertemu dg Pak Herman. Terima kasih atas service yg begitu baik utk delegasi Aceh.

    Salam Ukhuwah ^_^

  2. Subhanallah… luar biasa. Senang bisa bertemu langsung dg mereka. Sepertinya apa yg mereka katakan selalu membuat saya terinspirasi utk terus berkarya. Smg mahasiswa Indonesia dpt mengikuti jejak2 3 org yg luar biasa ini, shg keberadaan mahasiswa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

    #Senang jg bs bertemu dg Pak Herman. Terima kasih atas service yg begitu baik utk delegasi Aceh.

    Salam Ukhuwah ^_^
    Khairun Amala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s