Lantunan Do’a untuk Sang Guru (almarhum Pak Bastari Lubis)

Lantunan Do’a untuk Sang Guru (almarhum Pak Bastari Lubis)

 

“Ya Allah ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari kotoran, dan gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya dahulu, gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan adzab api neraka”.

Perkenalkanku dengan almarhum Bastari Lubis, mulai sekitar november 2006 lalu. Ketika itu saya diminta kakak kelas kuliah untuk menggantikannya mengajar di SMA Swasta An-Nizam Medan. Interaksi kami berlanjut ketika kemudian saya menjadi salah seorang tenaga edukatif tetap di sekolah tersebut terhitung mulai januari 2007.

Selama saya mengabdikan diri di SMA Swasta An-Nizam, mulai dari guru biasa hingga diamanahkan menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum, beliau termasuk guru yang sangat banyak membantu tugas-tugas saya. Tidak hanya sampai disitu, beliau juga termasuk sosok guru senior yang penuh dengan nasehat-nasehat berharga. Seringkali beliau bercerita tentang pengalaman-pengalaman hidupnya, agar bisa diambil hikmah dari pengalaman tersebut.

Yang paling berkesan ketika berinteraksi dengan beliau selama berada di An-Nizam adalah ketulusan, kegigihan, tanggung jawab, dan disiplin dalam menjalankan amanah sebagai seorang guru. Dari semua guru yang pernah ku kenal selama mengajar di SMA Swasta An-Nizam (2007 – 2009) hingga saat ini mengajar SMA Negeri 1 Tanjungbalai belum ada tandingan beliau. Orientasi materi dalam menjalankan tugas sangatlah jauh dari almarhum.Adabanyak pekerjaan sekolah yang beliau kerjakan tanpa berharap ada imbalan honor. Ketika ditanya apa yang mendorong beliau mau bekerja demikian. Katanya, tidak semua pekerjaan harus dinilai dengan nominal uang. Kerjakan saja dengan ikhlas, insyaAllah akan jadi amalan, kalau memang ada rezeki takkankemana. Paparnya ringan tanpa beban. Dalam hal kedisiplinan beliau juga tiada tandingan. Kalau tidak ada halangan yang sangat syar’i beliau tidak akan pernah terlambat. Bahkan mengajar ke salah satu SMA Negeri di Binjai beliau juga nyaris tidak pernah terlambat. Sehabis sholat subuh biasanya beliau sudah selesai persiapan pribadi untuk berangkat mengajar ke Binjai. Naik angkot. Tapi tak terlambat. Luar biasa. Betul-betul manusia langka. Masih ada banyak kebaikan beliau yang tidak bisa saya paparkan disini.

Namun kini semua itu hanya menjadi kenangan belaka, karena beliau telah terlebih dahulu menghadap Rabb semesta alam. Tepatnya kemarin hari sabtu, 16 April 2011 selesai mengajar dan menunaikan sholat dzuhur di Binjai. Kebaikan dan nasehat pak Bastari akan selalu dikenang. Sungguh dirimu telah mencontohkan bagaimana menjadi seorang guru yang baik. Saya menjadi saksi atas kebaikan-kebaikanmu. Semoga Allah memberi tempat terbaik di sisi_Nya  dan kelak kita bersua kembali di Jannah_nya. Amien

Oleh. Herman Siregar

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s