Tiga Jam Bersama Basyral Hamidy Harahap

Tiga Jam Bersama Basyral Hamidy Harahap

 

Tentu menjadi kesyukuran bagi saya bisa berjumpa dan berdiskusi langsung dengan “Tulang” Basyral Hamidy Harahap. Sosok yang sudah tidak asing lagi bagi para peminat sejarah dan budaya Tapanuli, khususnya Tapanuli Selatan.

Senin, 31 Januari 2011 selepas melaksanakan sholat dzuhur. Setelah tiga hari (28 – 30 Januari 2011) mengikuti Semiloka MITI Mahasiswa dan Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia 2011 di IPB Bogor, saya berupaya menyempatkan diri bersilaturrahim ke rumah “Tulang” Basyral Hamidy Harahap ke kediamannya di Rawamangun Jakarta Timur. Dengan sambutan hangat dan penuh kekeluargaan beliau menerima kedatangan saya dan seorang kawan alumni UNJ yang tinggal di Jakarta. Setibanya di rumah beliau kami langsung diberi jamuan makan siang. Kemudian dilanjutkan diskusi panjang tentang sejarah dan budaya Tapanuli lebih dari tiga jam lamanya. Sungguh ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya.

Beliau juga menghadiahkan saya empat buah buku karya beliau yang kesemuanya tentang Tapanuli. Mudah-mudahan kian memotivasi saya untuk juga bisa melakukan penelitian dan menulis buku tentang sejarah. Kepada “Tulang” Basyral Hamidy Harahap, saya ucapkan jazakallah khoiron katsiron atas ilmu dan cerita pengalamannya. Semoga di lain kesempatan kita bisa bersua dan berdiskusi kembali. Bagi yang mengenal sosok dan pikiran-pikiran beliau bisa mengunjungi websitenya di:

http://www.basyral-hamidy-harahap.com

 

Berikut ini keempat buku yang dihadiahkan ke saya:

Orientasi Nilai-Nilai Budaya Batak: Suatu Pendekatan Terhadap Perilaku Batak Toba dan Angkola – Mandailing, karya Basyiral Hamidy Harahap dan Hotman M Siahaan yang diterbitkan oleh Sanggar Willem Iskandar, Jakarta, tahun 1987 (cetakan pertama).

 

Pemerintah Kota Padangsidimpuan Menghadapi Tantangan Zaman, karya Basyral Hamidy Harahap yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan, tahun 2003 (cetakan pertama).

 

Siala Sampagul: Nilai-Nilai Luhur Budaya Masyarakat Kota Padangsidimpuan, karya Basyral Hamidy Harahap yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan, tahun 2004 (cetakan pertama).

 

Si bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk: Sada Buku Basaon, karya Willem Iskandar (1840-1876) dengan pengantar dan terjemahan oleh Basyral Hamidy Harahap yang diterbitkan oleh Sanggar Willem Iskandar, tahun 2010 (cetakan keempat).

 

Oleh. Herman Siregar

Sedang menulis tanda kenangan pada buku yang akan dihadiahkan ke saya.

Foto bersama sebelum pulang.

1 Comment

  1. Horas, salam kenal…dulu sy punya buku sibulus-bulus, si rumbuk2x karya willem iskandar..setelahsekian lama sy ingin punya kembali terlebih setelah sy tinggal di tomohon, sulawesi utara.. saya sudah berusaha kontak tulang anad bpk.BasyralHarahap..telepon tidak diangkat dan bahkan baru2x ini suami saya ke jkt , mampir ke rawamangun…tp rumahnya sepi…dan baru tahu dr tetangga bhw pak Basyral sudah wafat dan setelah itu kegiatan dirumah tsb ng ada. Saya berduka atas berita ini, sedih rasanya sebab sysuka buka blog tulang anda yg membeberkan tg batak sekalipun itu batak mandailing sementara sy batak toba, tidak persoalan. Sy kontak anda kr inginmendapat buku karya willem iskandar, bisakah anda mencarikan uk sy, segala biaya sy akan sy tanggung, photocopy pun saya tidak keberatan. Untuk hubungi saya via hp 08170793845, ato email teanhbarat@yahoo.co.id.. Muliate godang…horas Tean Paat br.Hutabarat ( paat marga suami orang manado)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s