Gambaran Acara FSLDKD VIII Sumatera Utara

Gambaran Acara FSLDKD VIII Sumatera Utara

 

Latar Belakang

Islam adalah agama rahmatan lil almin yang menganyomi dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam islam telah diatus bagaimana manusia bersosialisasi, bemuamalah dan berperan dalam sistem kenegaraan, hal ini telah dibuktikan dengan  kemajuan Islam dari masa ke masa. Sejarah telah membuktikan bahwa dengan menerapkan kesadaran berislam di seluruh aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya politik maupun ilmu pengetahuan maka keteraturan dalam bermasyarakat akan terealisasi dengan baik.

Namun disisi lain, kebanyakan ummat islam yang seharusnya menjadi “motor” dalam perubahan tatanan masyarakat menuju masyarakat madani, tidak memahami terhadap islam itu sendiri. Puncak dari kondisi ini munculnya cendikiawan yang justru menjerumuskan ummat islam ke dalam kondisi memprihatinkan. Karena dasar Islam bukan hanya iman dan ilmu saja, tetapi juga amal sholih yang nyata sebagai bukti keimanannya. Sebagai contoh, ummat islam yang memiliki pengetahuan cukup akan menjadi cover atau “trade mark” dari agama islam, dapat dibayangkan jika ilmu yang ia miliki tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia. Maka yang muncul dalama presepsi masyarakat adalah sistem keberislaman tanpa akhlak mulia.

Dalam usaha pembentukan Indonesia  Madani yang memiliki harmonisasi dalam  berbagai aspek kehidupan maka tirai  yang menjadikan ummat islam terkotak-kotak dalam berbagai golongan dan fikroh harus mampu “dikoyak” sampai ummat islam mampu berjalan seiringan dan satu dalam tujuan. Diberbagai lini, sebenarnya islam tidak berbeda dalam hal prinsip, namun  hal-hal yang sifatnya bukan prinsipal bisa menjadi sumbu munculnya perpecahan dalam kehidupan ummat islam.

Perbedaan dalam tubuh ummat islam akan muncul ketika dalam suatu pencapaian tujuan itu disisipi dengan kepentingan pribadi, golongan atau kelompok. Maka tak jarang ketika terjadi pencitraan ummat islam yang paling menonjol justru adalah bendera dari salah satu fikroh, sehingga yang muncul justru adalah pencitraan dari kelompok tersebut.uncaknya selain ummat islam dicap sebagai kaum yang tepercah, hal ini justru akan menjadikan masyarakat terjebak dalam masalah yang abu-abu. Padahal persoalan hitam dan putih yang jauh berbeda malah menjadi persoalan yang dinomorduakan. Kalau saja  umat islam mau bersatu, niscaya potensi yang sangat besar yang dimilikinya dapat dipergunakan untuk membangun peradaban umat manusia.

Kejayaan islam akan mudah diperoleh jika para pemuda islam  terus semangat dan berpacu menggapai islam yang utuh serta dibarengi dengan para kaum tua tidak hentinya memberikan nasihat bagi pemuda sebagai motor dalam pergerakan ini.

Sungguh tepat apa yang pernah dikatakan seorang ulama besar bahwa, ’Semangatnya para pemuda hareus dibarengi dengan hikmah dari kaum tua. Sungguh jika kedua motor ini bisa berjalan dengan seirama untuk mengoyak tabir yang mengkotakkan ummat islam, maka sebuah keniscayaan jika kejayaan islam akan mudah diperoleh.

Kesamaan visi, kesatuan misi, persepsi dan tujuan dalam membangun umat dan bangsa mutlak diperlukan oleh umat ini, tanpa mengedepankan ego-ego golongan atau fikroh melainkan dengan mengedepankan kemashlahatan umat. Dimana kesatupaduan dan keserasian gerak langkah dakwah adalah modal awal yang sangat besar menuju kejayaan islam.

Lembaga Dakwah Kampus merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari umat Islam secara keseluruhan. Telah banyak kontribusi yang diberikannya dalam rangka perbaikan umat Islam terbukti dengan banyaknya suplai alumni perguruan tinggi yang berafiliasi terhadap Islam dihasilkan dari lembaga ini. Sejak era 80-an, pendidikan dan pembinaan yang dilakukan didalamnya telah banyak menghasilkan individu-individu Islami yang kini ikut menentukan kebijakan-kebijakan strategis bangsa dan negara Indonesia.

Namun kondisi objektif yang terjadi dimasing-masing kampus mengharuskan LDK yang ada dikampus tersebut bergerak dengan sendiri-sendiri tanpa adanya kesamaan gerak. Hal ini menyebabkan terhambatnya gerak secara menyeluruh dalam rangka percepatan perbaikan kondisi umat Islam secara menyeluruh. Latar belakang inilah yang mendasari perlu adanya pertemuan dalam rangka mewujudkan kesatupaduan visi, misi, persepsi dan tujuan gerak langkah antar Lembaga Dakwah Kampus yang dikonkritkan dalam Forum Silaturahim antar LDK tingkat daerah yang kini telah terselenggara sebanyak 7 kali. Pada FSLDKD VII di Medan bulan Januari-Februari yang lalu di LDK Al Izzah IAIN-SU sebagai tuan rumah. Selanjutnya dengan mengharap Ridho Allah SWT mempersembahkan FORUM SILATURAHIM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS DAERAH (FSLDKD) ke VIII sebagai salah satu sarana mahasiswa untuk ikut peduli terhadap kondisi umat dan bangsa ini serta turut serta dalam pembangunan umat menuju masyarakat madani.

Tema Kegiatan

Metamorfosis Lembaga Dakwah Kampus Dalam membangun Harmonisasi di Sumatera Utara

Bentuk Kegiatan

  1. Stadium General
  2. Seminar Keakhwatan
  3. Sekolah ADK  
  4. Motivation
  5. Musyawarah
  6. Wisata LDK
  7. Bazar Islami
  8. Nasyid

    Waktu & Tempat Pelaksanaan

    Jum’at  s.d. Minggu, 31 Desember 2010 – 2 Januari 2011

    Aula Kampus POLMED

     

    Info lebih lanjut hubungi

    081362428208 An.Deni

    087857057275 An.Khualid

     

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s